1.
Riwayat Singkat
a. Asal : Iwate, Tokyo
b. Tgl lahir : 30 Desember 1884
c. Tgl wafat : 23
Desember 1948
d. Orgtua : Hidenori Tojo
e. Saudara : 2 kakak
f. Menikah : 1909
g. Istri : Katsuko Ito
h. Anak : 3 anak laki-laki dan 4 anak perempuan
2.
Autobiografi
·
MASA KECIL HINGGA DEWASA HIDEKI TOJO
Hideki Tojo (東條 英機 Tōjō Hideki) Hideki Tōjō dilahirkan di distrik
Kōjimachi di Tokyo pada 30 Desember 1884, sebagai anak ketiga dari Hidenori Tōjō yaitu Letnan Jenderal di
tentara kekaisaran Jepang. Pada
tahun 1899, Tōjō dimasukkan ke sekolah kadet tentara. Ketika ia lulus dari
Akademi militer Jepang dan mendappat peringkat ke-10 dari 363, pada Maret 1905 ia ditugaskan
sebagai Letnan di Infanteri Angkatan. Pada tahun 1909, ia menikah dengan Katsuko
Ito, memiliki tiga putra dan empat orang putri. Pada tahun 1928, ia telah
menjadi kepala biro tentara Jepang, dan tak lama kemudian diangkat menjadi
kolonel.
Pada
tahun 1934, Tōjō dipromosikan menjadi Mayor Jenderal dan menjabat sebagai Ketua
Departemen personalia dalam pelayanan tentara. Ia diangkat sebagai Komandan
Brigade Infantry Kekaisaran Jepang 24 Agustus 1934.
·
MASA KEPEMIMPINAN
HIDEKI TOJO
Tojo ialah anggota klik tentara yang
mendorong Jepang dalam perang di akhir 1930-an. Sebagai Menteri Perang pada 1940 ialah
penolong dalam kepemimpinan Jepang dalam Blok Poros dengan Jerman Nazi dan Italia. Di antara keputusannya ialah izin persetujuan
pemerintah dalam percobaan biologis terhadap para tawanan perang.
Pada
bulan Juli 1937, secara pribadi ia memimpin unit Brigade campuran satu
independen dalam operasi Chahar, pengalamannya hanya pertempuran nyata.
Desember
1938 hingga 1940, Tōjō adalah Inspektur penerbangan Angkatan
Darat. Pada tanggal 22 Juli 1940, Tōjō ditunjuk sebagai Menteri Angkatan
Darat di kedua Pangeran Fumimaro Konoe rezim, dan tetap dalam posting di
kabinet Konoe ketiga. Dia adalah pendukung kuat Pakta tripartit antara
Kekaisaran Jepang, Nazi Jerman dan Italia yang fasis. Mulai 1941, Tojo ialah PM dan menguasai seluruh militer
Jepang, yang begitu mendominasi Jepang saat itu yang ia sesungguhnya ialah
diktator bangsa. Ia digantikan pada 1944 menyusul serentetan kekalahan tentara
Jepang. Tojo adalah jendral dan perdana menteri jepang pada era PD II dianggap
bertanggung jawab atas hilangnya 8 juta nyawa manusia di berbagai Negara,
termasuk Indonesia Ia juga menjabat merangkap sebagai
Menteri rumah dari 1941-1942, menteri luar negeri di September 1942, Menteri
Pendidikan pada tahun 1943, dan Menteri perdagangan dan industri pada tahun
1943.
·
MASA KEMUNDURAN HIDEKI TOJO
Hideki Tojo memiliki kegilaan yg sama dengan
Adolf Hitler yaitu menganggap ras Jepang yg paling superior dan bertanggung
jawab atas 8 juta nyawa warga sipil di China, Korea,
Filipina, Indocina, dan di negara-negara Kepulauan Pasifik lainnya, serta
pembunuhan terhadap puluhan ribu Tawanan perang Sekutu. Setelah
perang, ia menembak dirinya sendiri di dada untuk bunuh diri namun gagal. Tōjō
ditangkap dan menjalani operasi darurat di rumah sakit Angkatan Darat Amerika
Serikat. Setelah sembuh dari cedera, Tōjō dipindahkan ke penjara Sugamo.
Ia kemudian diadili oleh Pengadilan Militer Internasional untuk Timur
Jauh
sebagai penjahat perang. Ia dinyatakan bersalah atas tuduhan:
1. tuduhan 28 (peperangan agresi, dan perang
dalam pelanggaran terhadap hukum internasional)
2. tuduhan 27 (mengadakan perang tak
beralasan terhadap Tiongkok)
3. tuduhan 29 (peperangan agresif melawan AS)
4. tuduhan 31 (mengadakan perang agresif
melawan Persemakmuran Inggris) 5. tuduhan 32 (mengadakan perang agresif melawan
Belanda)
6. tuduhan 33 (mengadakan perang agresif
melawan Perancis (Indochina)) dan
7. tuduhan 54 (memerintahkan, membenarkan,
dan mengizinkan perlakuan tak berperikemanusiaan terhadap penjahat perang dan
lainnya).
Ia dihukum mati pada 12 November 1948, dan
menerima hukuman gantung. Karena perbuatan kriminal di bawah otoritasnya, Tojo
dianggap bertanggung jawab membunuh hampir 4 juta orang-orang Tionghoa. Namun,
sebelum dia digantung Tojo sempat minta maaf atas semua kejahatan perang yg
dilakukan oleh bangsa Jepang.Banyak pendapat mengatakan bahwa Hideki Tojo
dikorbankan agar sang Kaisar Hirohito bebas tanggung jawab atas kekejaman
jepang.
3.
Analisis Kepemimpinan
a. Gaya Kepemimpinan
Hideki Tojo sepanjang
masa kepemimpinannya seperti memakai Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian
yaitu gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil
dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang
oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya
melaksanakan tugas yang telah diberikan.
b. Sistem Kepemimpinan
Gaya kepemimpinan Otokratis ini meletakkan seorang pemimpin
sebagai sumber kebijakan. Pemimpin merupakan segala-galanya. Bawahan dipandang
sebagai orang yang melaksanakan perintah. Oleh karena itu bawahan hanya
menerima instruksi saja dan tidak diperkenankan membantah maupun mengeluarkan
ide atau pendapat. Dalam posisi demikian anggota atau bawahan tidak terlibat
dalam soal keorganisasian. Pada tipe kepemimpinan ini segala sesuatunya
ditentukan oleh pemimpin sehingga keberhasilan organisasi terletak pada
pemimpin.
c. Tindakan dan Keputusan
Tindakan dan keputusan yang diambil oleh
Hideki Tojo pada masa kepemimpinannya ialah izin persetujuan pemerintah dalam
percobaan biologis terhadap para tawanan perang. Tōjō
memerintahkan pasukannya untuk menyerang Provinsi Hebei dan target-target lain
di China Utara. Tōjō menerima pengungsi Yahudi sejalan dengan kebijakan nasional
Jepang dan ditolak dihasilkan protes Jerman Nazi.
d. Sumber Referensi
en.wikipedia.org/wiki/Hideki_Tojo



Harrah's Resort Atlantic City - MapYRO
ReplyDeleteAddress: 원주 출장안마 777 Harrah's Blvd, Atlantic 나주 출장샵 City, NJ, Harrah's 김포 출장마사지 Resort Atlantic City Casino, Hotel, Spa & Casino, Atlantic งานออนไลน์ City, 군포 출장샵 NJ Harrah's Atlantic City.