1. RIWAYAT
HIDUP
Nama : ADOLF HITLER
Asal : Braumau, Austria
Tanggal
Lahir : 20 April 1889
Tanggal
Wafat : 30 April 1945
Nama
Orangtua : Alois Hitler dan Klara Polzl
Menikah : 29 April 1945 di Ruang Peta di Fuhrerbunker
Nama Istri : Eva
Braun
Nama Anak : Tidak
Ada
2. AUTOBIOGRAFI
·
MASA KECIL dan MASA REMAJA HITLER
Adolf Hitler lahir di Braumau, Austria
dekat Jerman pada 20 April 1889. Hitler sendiri merupakan anak keempat dari
enam bersaudara dari pasangan Alois Hitler dan Klara Polzl.
Ketiga kakanya, Gustav, Ida, dan Otto,
meninggal dunia pada saat masih bayi. Ketika Hitler menginjak usia tiga tahun,
keluarganya memutuskan untuk pindah ke daerah Passau, Jerman. Hitler kecil merupakan pelajar yang baik pada waktu
bersekolah di sekolah menengah pertama.
Setelah kematian mendadak Alois tanggal 3 Januari
1903, prestasi Hitler di sekolah memburuk, pada tahun pertamanya di sekolah
menengah atas, ia harus mengulang kelas. Ia bersekolah di Realschule
pada September 1904 perilaku dan prestasinya membaik. Pada tahun 1905, setelah
lulus ujian susulan dan ujian akhir, Hitler berhenti sekolah tanpa keinginan
apapun untuk melanjutkan sekolah atau membina karier. Ibunya mengizinkan Hitler berhenti
sekolah pada musim gugur tahun 1905.
Hitler terobsesi dengan Nasionalisasi Jerman sejak
masih muda dan menyukai militer juga perang semenjak ia membaca buku perang
Jerman-Russia milik ayahnya.
·
AWAL MASA REMAJA dan DEWASA
Kegagalan Hitler untuk masuk di sebuah
akademi seni merupakan salah satu faktor penting dalam membentuk
kepribadiannya. Gagalnya Hitler untuk masuk di sekolah seni (1907–1908) karena
ia dianggap tidak memiliki kemampuan yang maksimal dalam bidang kesenian.
Pada tanggal 21 Desember 1907, ibunya meninggal dunia
pada usia 47 tahun. Setelah ditolak Akademi seni untuk kedua kalinya, Hitler
kehabisan uang. Tahun 1909, ia tinggal di tempat penampungan tunawisma, dan
pada tahun 1910, ia menetap di sebuah rumah pekerja miskin di Wina.
Kegagalan tersebut rupanya memberikan
pukulan yang berat bagi Hitler. Akibat kegagalan tersebut, Hitler mengalami
frustasi. Semenjak itulah, ia mulai hidup sebagai gelandangan. Masa masa sulit
inilah yang dimungkinkan juga berpengaruh dalam pembentukan karakternya, Hitler
menerima bagian terakhir dari warisan ayahnya pada bulan Mei 1913 dan pindah ke
Munich dan untuk menghindari wajib militer di Austria.
·
PERANG DUNIA KE I
Hitler mulai masuk ke dunia politik
semenjak ia memilih bergabung dengan angkatan bersenjata Jerman pada masa
Perang Dunia I. Saat Perang
Dunia I pecah, Hitler adalah penduduk kota Munich dan dengan sukarela berdinas
di Angkatan
Darat Bayern sebagai warga
negara Austria. Hitler berperan sebagai pengirim berita di front
barat di Perancis dan
Belgia, Ia terlibat dalam Pertempuran Ypres Pertama, Pertempuran Somme, Pertempuran Arras, dan sempat terluka di Somme.
Kekalahan yang dialami Jerman pada
perang ini membuat Hitler terpukul. Meski demikian, Hitler termasuk salah
seorang yang berprestasi dalam dunia kemiliteran Jerman. Hitler pernah
dianugerahi dua medali atas keberanian yang ditunjukkannya dalam mengadapi
pasukan musuh, Ia diberi
penghargaan Iron Cross, Second Class, pada tahun 1914 atas keberaniannya dan Hitler menerima Iron
Cross, First Class, pada tanggal 4 Agustus 1918, sebuah penghargaan yang jarang
disematkan pada seseorang berpangkat seperti Hitler. Hitler buta sementara
akibat serangan gas mustar dan terpaksa diinapkan di rumah sakit Pasewalk. Di
sana, Hitler mengetahui kekalahan Jerman, dan setelah mendapatkan berita
tersebut, ia mengaku buta kembali.
Kekalahan dalam Perang Dunia I telah
menjadikan masyarakat Jerman menghadapi masa masa yang sulit. Mereka semakin
terpuruk dalam kesengsaraan, kemiskinan, kelaparan dan keputusasaan. Meskipun
Amerika kala itu mencoba memberikan bantuan dengan program dowes plan (kesepakatan perjanjian internasional untuk membantu
menyelesaikan masalah pembayaran utang perang Jerman akibat PD I), akan tetapi
hal itu tidak begitu banyak membantu.
·
NAZI
Pada tahun 1919, Hitler memilih keluar
dari kemiliteran dan bergabung dengan partai kecil berhaluan kanan yang berada
di Munich, yaitu Partai Buruh Nasionalis Jerman (disebut NAZI). Hitler kemudian
berkecimpung secara langsung dalam politik dan menjadi pengurus Partai Buruh
Jerman (Deutsche Arbeiterpartei/DAP/NAZI) pada bulan Juli 1921.

Hitler menggunakan kebolehan berpidatonya
untuk menjadi ketua partai, Hitler berbicara di hadapan kerumunan mempertahankan dirinya dan mendapat
sambutan luar biasa. Strateginya terbukti berhasil: pada rapat anggota umum, ia
diberi kekuasaan absolut sebagai ketua partai dengan satu suara menentang. Dia kemudian menukar nama DAP menjadi Nationalsozialistische Deutsche
Arbeiterpartei (NSDAP) atau partai Nazi.
Presiden Jerman masa itu, Paul
von Hindenburg akhirnya melantik Hitler sebagai Kanselir. Melalui partai inilah, Hitler mampu
mencapai puncak kekuasaan. Dengan partai ini pula, dalam waktu singkat, Hitler
mampu menjadikan Jerman sebagai sebuah kekuatan yang begitu disegani di dunia
Di bawah kepemimpinan Hitler, partai
Nazi dengan kecepatan luar biasa menjadi suatu kekuatan dan di bulan Nopember
1923 percobaan kupnya gagal. Kup itu terkenal dengan sebutan "The Munich
Beer Hall Putsch." Hitler ditangkap, dituduh pengkhianat, dan terbukti
bersalah.
Pada tanggal 1 April 1924, Hitler dihukum lima tahun
penjara di Penjara
Landsberg. Ia ditangani
secara baik oleh para penjaga, ia diizinkan menerima surat dari para
pendukungnya dan kunjungan rutin oleh rekan-rekan partai. Mahkamah Agung Bayern
mengeluarkan pengampunan dan Hitler dibebaskan dari penjara pada tanggal 20
Desember 1924, bertentangan dengan keberatan jaksa negara.
·
MASA PEMERINTAHAN
Tanggal 14 Juli 1933, NSDAP dinyatakan sebagai
satu-satunya partai politik yang sah di Jerman.
Pada tahun 1934, Hitler menjadi kepala negara Jerman
dengan gelar Führer und Reichskanzler (pemimpin dan kanselir Reich).

Pada masa pemerintahannya sebelum Perang
Dunia II.
Hitler memerintah dengan menetapkan pemerataan ekonomi, meningkatkan lapangan pekerjaan
dan sarana sarana umum serta proyek-proyek umum. Salah satu sumbangannya dalam
dunia otomotif adalah usulannya untuk membuat kenderaan murah yang dijangkau
oleh rakyat Jerman yang akhirnya diwujudkan dalam bentuk mobil Volkswagen (VW).
Pada Juni 1934, di malam yang dikenali sebagai Malam
Pisau Panjang (Nacht der langen Messer) Hitler membunuh semua
penentangnya dalam partai Nazi yakni Roehm dan para pemimpin SA (Sturm
Abteilungen). Hitler juga menyalahkan komunisme dan Yahudi atas situasi ekonomi yang buruk dan berhasil meraih
dukungan militer dengan melaksanakan politik pembangunan peralatan militer Jerman. Ketika Hitler mencapai puncak
kekuasaan, ia mulai mlancarkan kediktatorannya yang membuat dunia merasa
ketakutan. Bersama NAZI, Hitler mampu menciptakan salah satu kengerian terbesar
dalam sejarah. Bahkan, Hitler-lah yang menjadi tokoh oemicu dan sekaligus
paling ditakuti dalam Perang Dunia II.
Hitler menyalahkan, menyerang, dan
membunuh orang komunis dan Yahudi karena Hitler memiliki dendam pribadi pada
orang - orang komunis dan Yahudi, dendam yang menghantui selama masa hidupnya.
·
HOLOCAUST
Holocaust dan perang Jerman di timur didasarkan pada pandangan lama Hitler bahwa kaum Yahudi adalah musuh besar bangsa Jerman dan bahwa Lebensraum perlu diciptakan demi perluasan Jerman. Ia berfokus ke Eropa Timur untuk upaya perluasan tersebut dengan mengalahkan Polandia dan Uni Soviet dan menyingkirkan atau membantai kaum Yahudi dan Slavia.
·
PERANG DUNIA KE II
Pada akhir 1938 dan awal 1939, krisis ekonomi yang
berlanjut akibat persenjataan kembali memaksa Hitler memotong anggaran
besar-besaran. Dalam pidato "Ekspor atau mati" tanggal 30 JAnuari
1939, ia meminta serangan ekonomi demi meningkatkan kepemilikan valuta asing
Jerman untuk membeli bahan mentah seperti besi berkualitas tinggi untuk
senjata-senjata militernya.
Kelewat yakin atas kemampuan militernya sendiri pasca
kemenangan awal tahun 1940, Hitler menjadi tidak percaya terhadap Komando
Tinggi Angkatan Darat dan mulai ikut campur dalam militer dan perencanaan
taktis dengan akibat yang menghancurkan.
·
KEKALAHAN dan KEMATIAN
Terdapat banyak sekali rencana untuk membunuh Hitler
pada masa masa akhir Perang Dunia II, rencana itu datang dari pihak pihak yang
berada di dalam militer Jerman, seperti percobaan pembunuhan Hitler dengan
meletakan bom, namun gagal. Setelah itu, Hitler memerintahkan balas dendam yang
kejam yang berujung pada eksekusi lebih dari 4.900 orang.
Hitler yang menyadari kejatuhannya
sudah dekat kemudian tanggal 30
April 1945, setelah pertempuran
jalanan yang sengit,
ketika tentara Soviet berada satu atau dua blok dari Reichskanzlei, Hitler dan
Braun bunuh diri, Braun menggigit kapsul sianida dan Hitler menembak dirinya. Jasad mereka dibawa naik melalui pintu keluar
darurat bunker ke kebun belakang Reichskanzlei yang sudah hancur, kemudian
ditempatkan di sebuah kawah bom dan disiram bensin. Kedua jasad kemudian
dibakar, diiringi suasana pengeboman oleh Angkatan Darat
Merah.
3.
ANALISIS
KEPEMIMPINAN
A. GAYA
KEPEMIMPINAN
Adolf Hitler sepanjang masa
kepemimpinannya seperti memakai Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian
yaitu gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil
dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab
dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya
melaksanakan tugas yang telah diberikan. Hal ini dapat dibuktikan dengan Hitler memimpin NSDAP secara otokratik dengan
menerapkan Führerprinzip ("prinsip pemimpin"). Prinsip ini bergantung pada kepatuhan
absolut semua bawahannya kepada pimpinan mereka; sehingga ia melihat struktur
pemerintahan sebagai sebuah piramida, dengan dirinya—pemimpin mutlak—di puncak.
Pangkat dalam partai tidak ditentukan oleh pemilihan umum—jabatan diisi melalui
penunjukkan oleh pangkat yang lebih tinggi, yang menuntut kepatuhan tanpa
pernyataan terhadap keinginan sang pemimpin. Gaya kepemimpinan Hitler adalah
memberikan perintah berlawanan terhadap bawahannya dan menempatkan mereka pada
jabatan-jabatan tempat tugas dan tanggung jawab mereka saling bertindihan agar
"orang yang lebih kuat menjalankan pekerjaannya".Dengan cara ini,
Hitler mendorong saling tidak percaya, persaingan, dan perkelahian di antara
bawahannya demi mengonsolidasi dan memaksimalkan kekuasaannya. Kabinetnya tidak
pernah rapat setelah tahun 1938, dan ia meminta para menterinya tidak bertemu
secara pribadi.

Hitler biasanya tidak memberi perintah tertulis; ia memberitahunya
secara verbal atau disampaikan melalui rekan dekatnya, Martin Bormann. Ia memercayakan semua dokumennya, penunjukannya, dan
kekayaan pribadinya ke Bormann dan Bormann memanfaatkan jabatannya untuk
mengendalikan arus informasi dan akses ke Hitler.
B. SISTEM
KEPEMIMPINAN
Sistem kepemimpinan
Otokratis ini meletakkan seorang pemimpin sebagai sumber kebijakan. Pemimpin
merupakan segala-galanya. Bawahan dipandang sebagai orang yang melaksanakan
perintah. Oleh karena itu bawahan hanya menerima instruksi saja dan tidak
diperkenankan membantah maupun mengeluarkan ide atau pendapat. Dalam posisi
demikian anggota atau bawahan tidak terlibat dalam soal keorganisasian. Pada
tipe kepemimpinan ini segala sesuatunya ditentukan oleh pemimpin sehingga
keberhasilan organisasi terletak pada pemimpin.
C. TINDAKAN dan
KEPUTUSAN HITLER
Tindakan-tindakan dan
keputusan-keputusan yang selama kepemimpinannya bisa dibilang kejam dan tidak
pernah bisa terfikir sebelumnya oleh para sejarawan. Tindakan dan keputusan itu
didorong oleh ambisi dan cita-cita Hitler untuk selalu menang dalam setiap
peperangan jerman melawan sekutu, hal ini yang membuat Hitler terus menerus
menomor satukan militer dibandingkan ekonomi dan politik negara Jerman. Tidak
hanya itu, Hitler yang sangat membenci Yahudi dan tidak menyukai UniSoviet, ia
membuat keputusan membantai lebih dari 48000 kaum Yahudi dan juga tentara,
hingga didapat dari beberapa sumber bahwa jenazah-jenazah tersebut dikubur
disatukan dan bahkan ada yang dikubur hidup-hidup.
D. Sumber Referensi